Satu Kata yang Mengakhiri Kampanye Rick Perry

Satu Kata yang Mengakhiri Kampanye Rick Perry

Satu Kata yang Mengakhiri Kampanye Rick Perry

Pada debat calon presiden Partai Republik, 9 November 2011, Gubernur Texas Rick Perry menyatakan bahwa ada tiga lembaga pemerintah federal yang akan ia bubarkan. Ia menyebut Kementerian Perdagangan. Ia menyebut Kementerian Pendidikan. Lembaga ketiga tidak dapat ia ingat. American Broadcasting Company News memberitakan peristiwa itu pada hari yang sama.

Selama hampir satu menit Perry berusaha mengingat, sementara kandidat lain di panggung menawarkan jawaban yang keliru. Ketika moderator menanyakan apakah ia benar-benar tidak dapat menyebutkan lembaga ketiga, Perry menjawab dengan satu kata, yaitu oops. Sekitar lima belas menit kemudian, setelah membuka catatan, ia menyampaikan bahwa lembaga yang ia maksud adalah Kementerian Energi. Enam tahun berselang ia justru dilantik memimpin lembaga tersebut.

Mengapa Menyebut Jumlah Menciptakan Kewajiban

Peristiwa ini sering dibaca sebagai persoalan daya ingat. Pembacaan itu kurang tepat. Persoalannya terletak pada bentuk kalimat yang dipilih. Begitu seorang pembicara menyebut jumlah, ia membuat perjanjian dengan pendengar, dan pendengar akan menghitung. Daftar yang tidak lengkap berubah menjadi kegagalan yang dapat diverifikasi oleh semua orang di ruangan, bukan sekadar kalimat yang kurang lancar.

Di bawah tekanan, kemampuan memanggil kembali daftar yang tidak memiliki urutan logis adalah fungsi yang paling awal menurun. Hal ini berlaku pada siapa pun, termasuk orang yang menguasai substansinya. Perry memahami kebijakan yang ia usulkan, tetapi ia menempatkan dirinya pada bentuk penyampaian yang tidak menyediakan ruang untuk pulih.

Sudut pandang penyeimbang perlu dicatat. The Washington Post menilai peristiwa itu berdampak besar bukan karena melupakan satu nama adalah hal yang luar biasa, melainkan karena momen tersebut menguatkan penilaian yang sudah beredar mengenai kesiapan Perry. Satu kesalahan jarang berdiri sendiri. Ia menjadi berat ketika cocok dengan cerita yang telanjur dipercaya orang.

Tiga Hal yang Dapat Diterapkan Organisasi

Pertama, jangan menyebut jumlah sebelum daftarnya benar-benar dikuasai. Frasa beberapa hal atau antara lain menyampaikan gagasan yang sama tanpa menciptakan kewajiban yang dapat gagal ditepati di depan umum.

Kedua, izinkan pembicara melihat catatan secara terbuka. Budaya organisasi yang menganggap melihat catatan sebagai tanda tidak siap justru memaksa pembicaranya berjudi dengan ingatan. Perry menemukan jawabannya justru setelah membuka catatan.

Ketiga, siapkan kalimat jembatan untuk saat ingatan tersendat. Satu kalimat yang sudah dilatih, misalnya pernyataan bahwa butir ketiga akan disampaikan setelah bagian ini selesai, mengubah kebuntuan menjadi jeda yang terkendali.

Menutup

Yang menghancurkan malam itu bukan lupa, melainkan tidak adanya jalan keluar yang disiapkan untuk kemungkinan lupa. Setiap organisasi yang mengirim orang ke forum publik sebaiknya melatih bukan hanya penyampaian yang mulus, melainkan juga apa yang dilakukan ketika penyampaian itu tersendat. Keterampilan semacam ini dapat dilatih, dan pendampingannya tersedia di edutrans.id, sementara pengukuran kecepatan bicara, jeda, dan kata pengisi dapat dilakukan sendiri melalui speakauditor.com.

Gambar ilustrasi: seorang pembicara memegang catatan di depan forum, melalui Pexels, Lisensi Pexels. Foto ini bersifat ilustratif dan bukan dokumentasi peristiwa yang dibahas.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *