
Pada 9 Juli 2026, Museum Boijmans Van Beuningen di Rotterdam kembali memasang karya Pindakaasvloer atau lantai selai kacang. Dua pegawai menghabiskan beberapa hari meratakan sekitar 360 kilogram selai kacang di atas bidang segi enam. Karya ini adalah penghormatan bagi Wim T. Schippers, seniman konseptual yang wafat pada 10 Juni 2026 di usia 83 tahun dan pertama kali membuatnya pada 1969.
Karya itu selalu memancing perdebatan, dan justru itulah fungsinya.
Komunikasi internal yang terlalu halus
Banyak pengumuman organisasi disusun agar tidak menyinggung siapa pun. Hasilnya adalah kalimat yang benar tetapi tidak menggerakkan. Surat edaran perubahan kebijakan dibaca sekilas lalu dilupakan, dan beberapa bulan kemudian manajemen heran mengapa tidak ada yang berubah.
Perhatian tidak muncul dari kebenaran sebuah pernyataan. Perhatian muncul dari ketidaksesuaian dengan harapan. Selai kacang di lantai museum bekerja karena menempatkan benda paling biasa pada tempat paling tidak biasa.
Menerapkannya secara bertanggung jawab
Ganti angka abstrak dengan benda nyata. Menyebut pemborosan sebesar sekian ratus juta rupiah kurang berbekas dibandingkan menunjukkan tumpukan berkas yang mewakili jumlah itu di ruang rapat.
Pastikan gangguan itu punya penjelasan. Provokasi tanpa isi hanya merusak kepercayaan. Pindakaasvloer bertahan lebih dari lima puluh tahun karena punya gagasan di baliknya.
Ukur kesiapan budaya organisasi. Cara ini menuntut modal kepercayaan. Pemimpin yang belum dikenal sebaiknya membangun kredibilitas lebih dahulu sebelum memakai kejutan.
Perdebatan bukan kegagalan
Ketika sebuah pesan memicu diskusi, banyak manajemen langsung menganggapnya salah langkah. Padahal diam bukan tanda setuju, melainkan sering tanda tidak peduli.
Tolok ukur yang lebih baik adalah apakah orang membicarakan pesan itu satu minggu kemudian, dan apakah mereka menceritakannya dengan benar.
Gambar: Peanut butter from Poland oleh Silar, lisensi CC0, via Wikimedia Commons. Foto bersifat ilustratif.




Leave a Reply