Satu Metafora yang Mengguncang Konvensi: Cara Kerja Kiasan dalam Pidato

Satu Metafora yang Mengguncang Konvensi: Cara Kerja Kiasan dalam Pidato

Satu Metafora yang Mengguncang Konvensi: Cara Kerja Kiasan dalam Pidato

Pada Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago, 9 Juli 1896, William Jennings Bryan menutup pidatonya tentang kebijakan moneter dengan sebuah gambaran yang kemudian dikenal sebagai Cross of Gold. Ia menolak gagasan menyalibkan umat manusia di atas salib emas. Tak lama kemudian, pada usia tiga puluh enam tahun, ia menjadi calon presiden termuda dari partai besar dalam sejarah Amerika Serikat.

Mengapa kiasan mengalahkan angka

Isi pidato itu sebenarnya tentang standar emas dan perak, topik teknis yang membosankan bagi kebanyakan orang. Bryan tidak menang karena datanya lebih lengkap. Ia menang karena mengubah perdebatan teknis menjadi satu gambaran yang bisa dilihat orang di kepala mereka.

Otak manusia menyimpan gambar jauh lebih lama daripada angka. Inilah sebabnya laporan keuangan yang paling akurat sekalipun sering kalah oleh satu perumpamaan sederhana di ruang rapat.

Kiasan yang dilatih, bukan yang muncul tiba-tiba

Yang penting dicatat, kalimat penutup itu bukan improvisasi. Bryan telah menguji bagian-bagian pidatonya dalam berbagai forum sebelumnya, memperhalusnya, dan mengetahui persis efeknya. Yang tampak spontan sesungguhnya hasil pengulangan.

Sisi berbahayanya

Kiasan yang kuat juga menyederhanakan. Bryan menggerakkan jutaan orang, tetapi kebijakan moneter tidak sesederhana gambaran itu, dan ia kalah dalam pemilihan. Kiasan membuat gagasan mudah dipahami sekaligus mudah disalahpahami.

Karena itu, dalam organisasi dan pendidikan, kiasan sebaiknya dipakai untuk membuka pintu, bukan untuk menutup diskusi.

Tiga penerapan

Cari satu gambar untuk satu pesan. Bukan lima kiasan dalam satu presentasi, karena yang terjadi justru saling melemahkan.

Uji kiasan Anda pada orang awam. Jika mereka harus bertanya maksudnya, kiasan itu belum bekerja.

Sediakan data di belakangnya. Kiasan menarik perhatian, tetapi kredibilitas tetap ditentukan oleh bukti yang siap Anda tunjukkan ketika ditanya.

Gambar: William Jennings Bryan, domain publik, via Wikimedia Commons.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *