
Dalam penggalian November sampai Desember 2025 di situs Oxyrhynchus, Mesir, Misi Arkeologi Oxyrhynchus dari Universitas Barcelona menemukan mumi era Romawi berusia sekitar 1.600 tahun. Pada bagian perutnya terdapat papirus yang sengaja diletakkan sebagai bagian ritual pembalseman. Isinya adalah penggalan Iliad karya Homer, tepatnya bagian Katalog Kapal. Ini pertama kalinya karya sastra Yunani ditemukan berperan dalam proses mumifikasi di situs tersebut.
Mengapa justru bagian daftar yang bertahan
Katalog Kapal berisi daftar panjang kontingen pasukan beserta pemimpin dan asal daerahnya. Bagi pembaca modern bagian ini membosankan, tetapi dalam tradisi lisan ia adalah tulang punggung. Pola yang berulang memungkinkan penutur mengingat ribuan baris tanpa naskah.
Organisasi menghadapi persoalan yang sama, yaitu bagaimana pengetahuan bertahan ketika orangnya berganti.
Menerapkannya pada organisasi
Bakukan bentuk, bukan hanya isi. Ketika setiap laporan proyek mengikuti susunan yang sama, pembaca berhenti menebak arah dan mulai membandingkan substansi antar periode.
Buat versi yang bisa diceritakan tanpa dokumen. Jika seorang manajer tidak sanggup menjelaskan strategi perusahaan dalam tiga kalimat tanpa membuka slide, strategi itu belum benar-benar tertanam.
Rawat pengulangan. Banyak pemimpin berhenti mengulang pesan karena merasa bosan. Padahal titik ketika pemimpin mulai bosan biasanya baru titik ketika organisasi mulai mendengar.
Yang tersisa setelah orangnya tiada
Nama orang yang dimakamkan di Oxyrhynchus itu tidak diketahui. Namun teks yang menyertainya masih dibaca hari ini. Struktur adalah alasan sebuah pesan mampu melewati pergantian generasi.
Pertanyaan bagi setiap organisasi tetap sama, yaitu apakah cara kerjanya cukup terstruktur sehingga masih dapat diteruskan ketika orang yang merumuskannya sudah tidak ada.
Gambar: Papyrus Oxyrhynchus 3710 oleh tidak diketahui, lisensi domain publik, via Wikimedia Commons. Foto bersifat ilustratif.




Leave a Reply