
Pada Consumer Electronics Show bulan Januari 2014 di Las Vegas, sutradara Michael Bay diundang Samsung untuk memperkenalkan televisi layar lengkung berukuran 105 inci. Teleprompter, yaitu layar yang menampilkan naskah bagi pembicara, kehilangan sinkronisasi tidak lama setelah ia mulai berbicara.
Bay tersendat. Eksekutif Samsung yang mendampinginya di panggung menawarkan jalan keluar dengan mengajaknya berbicara bebas tanpa naskah. Bay tidak melanjutkan. Ia meminta maaf, lalu meninggalkan panggung di tengah acara. Deadline melaporkan bahwa Bay kemudian menulis di situsnya sendiri bahwa ia baru saja mempermalukan dirinya, bahwa ia melewatkan kalimat pengantar, dan bahwa acara langsung tampaknya bukan bidangnya.
Satu Titik Kegagalan pada Rantai Penyampaian
Kegagalan pada peristiwa ini bukan terletak pada alatnya. Teleprompter memang bisa rusak, dan itu sudah diketahui. Kegagalannya terletak pada kenyataan bahwa seluruh penampilan hanya memiliki satu jalur, dan jalur itu melewati perangkat yang tidak dikendalikan oleh pembicara.
Ada perbedaan penting antara menguasai gagasan dan menghafal susunan kata. Pembicara yang menguasai gagasan masih dapat kehilangan kalimatnya dan tetap sampai ke tujuan. Pembicara yang hanya memiliki susunan kata tidak menyisakan apa pun ketika susunan itu hilang. Tiga sampai lima butir utama yang benar-benar dipahami lebih tangguh daripada naskah lengkap yang tersusun sempurna.
Sudut pandang penyeimbang perlu dicatat. Michael Bay memimpin ratusan kru di lokasi syuting dan mengambil keputusan besar setiap hari, sehingga persoalannya jelas bukan keberanian atau kemampuan memimpin. Ini justru menegaskan bahwa kesiapan berbicara di depan publik adalah keterampilan tersendiri yang tidak otomatis mengikuti jabatan atau reputasi seseorang.
Tiga Hal yang Dapat Diterapkan Organisasi
Pertama, jangan biarkan satu-satunya jalur penyampaian berada di tangan pihak lain. Bila naskah dikelola panitia atau vendor, pembicara tetap harus memegang versi ringkasnya sendiri di kartu atau di telepon genggam.
Kedua, uji materi dengan mencabut naskahnya. Coba sampaikan seluruh materi tanpa catatan dan perhatikan di titik mana strukturnya runtuh. Titik itulah yang perlu dilatih, bukan bagian yang sudah lancar.
Ketiga, sepakati lebih dahulu siapa yang mengambil alih bila alat gagal. Pendamping di panggung perlu tahu apakah tugasnya menunggu, mengajukan pertanyaan, atau mengisi jeda, dan pembicara perlu tahu bahwa bantuan itu akan datang.
Menutup
Alat akan gagal pada waktu yang tidak dapat dipilih. Yang menentukan bukan apakah kegagalan itu terjadi, melainkan apakah ada versi kedua dari penampilan yang sudah disiapkan sebelumnya. Keterampilan semacam ini dapat dilatih, dan pendampingannya tersedia di edutrans.id, sementara pengukuran kecepatan bicara, jeda, dan kata pengisi dapat dilakukan sendiri melalui speakauditor.com.
Gambar ilustrasi: panggung dengan layar proyeksi yang masih kosong, melalui Pexels, Lisensi Pexels. Foto ini bersifat ilustratif dan bukan dokumentasi peristiwa yang dibahas.




Leave a Reply