Audiens VIP Juga Manusia: Mereka Tetap Punya Sesuatu yang Dibutuhkan

Audiens VIP Juga Manusia: Mereka Tetap Punya Sesuatu yang Dibutuhkan

Audiens VIP Juga Manusia: Mereka Tetap Punya Sesuatu yang Dibutuhkan

Ada satu momen yang selalu membuat peserta pelatihan saya tegang. Bukan berbicara di depan seribu orang, melainkan berbicara di depan sepuluh orang yang semuanya direktur. Ruangan kecil, meja panjang, dan semua yang duduk di situ punya kewenangan memutuskan.

Kalau Anda pernah merasakan itu, saya ingin menawarkan cara pandang yang berbeda. Audiens VIP juga manusia. Jabatan mereka besar, tetapi kebutuhan mereka tetap kebutuhan manusia biasa.

Apa yang sebenarnya mereka butuhkan

Waktu yang dihormati. Ini kebutuhan nomor satu. Jadwal mereka padat dan sering berubah. Pembicara yang selesai lima menit lebih cepat dengan pesan yang tetap utuh akan diingat sebagai orang yang profesional.

Informasi yang menyambung dengan keputusan mereka. Mereka tidak butuh teori lengkap. Mereka butuh tahu apa implikasinya terhadap anggaran, risiko, reputasi, atau target tahun ini.

Sesuatu yang belum mereka ketahui. Ini yang paling berharga. Orang di posisi tinggi setiap hari dikelilingi laporan yang mirip satu sama lain. Bawakan satu data, satu sudut pandang, atau satu contoh lapangan yang tidak ada di meja mereka, dan Anda akan langsung mendapat perhatian penuh.

Rasa dihargai tanpa dipuji berlebihan. Mereka sudah terbiasa dipuji. Yang jarang mereka dapatkan adalah lawan bicara yang berani jujur dengan sopan.

Cara membawakannya

Mulailah dari kesimpulan. Susunan yang biasa kita pakai di kelas, yaitu latar belakang lalu teori lalu temuan lalu kesimpulan, tidak cocok untuk ruangan ini. Balik urutannya. Sampaikan kesimpulan dan rekomendasi di menit pertama, baru berikan alasannya kalau ditanya.

Berbicaralah sebagai mitra berpikir, bukan sebagai guru dan bukan pula sebagai bawahan yang minta restu. Posisi berdiri Anda tegak, suara tenang, kalimat pendek.

Siapkan diri untuk dipotong. Di forum seperti ini, pertanyaan sering datang di tengah kalimat. Itu bukan tanda Anda gagal, itu tanda mereka tertarik. Jawab singkat, lalu kembali ke jalur.

Yang membuat kita gentar sebenarnya bukan mereka

Setelah bertahun-tahun mendampingi banyak organisasi, saya menyimpulkan satu hal. Yang membuat kita gemetar di depan audiens VIP biasanya bukan sikap mereka, melainkan bayangan yang kita bangun sendiri tentang mereka.

Begitu Anda berhenti bertanya “apakah saya pantas berdiri di sini?” dan mulai bertanya “apa yang bisa saya bantu selesaikan hari ini?”, ruangan itu berubah. Anda tidak lagi menghadapi jabatan. Anda sedang melayani orang yang punya persoalan dan sedang mencari jalan keluar.

Ingin belajar lebih jauh? Silakan hubungi kontak yang tersedia di edutrans.id. Nanti saya sendiri yang akan mengajari Anda langsung, termasuk menyiapkan Anda menghadapi ruangan berisi para pengambil keputusan.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *