Latest posts
-
Menjadi Dosen: Disukai atau Dibenci?
Menjadi dosen adalah profesi yang penuh dengan kontradiksi, dihormati dan dihargai oleh banyak orang, namun tak jarang juga menjadi sasaran keluhan dan cemoohan. Di satu sisi, dosen memiliki kekuatan besar dalam hal pengetahuan. Mereka adalah penjaga ilmu yang mampu membimbing dan menginspirasi generasi berikutnya. Tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat seorang mahasiswa berkembang berkat
-
Bapak Saya Rela Berhutang untuk Menguliahkan Saya
Saya ingat betul bahwa keluarga saya termasuk keluarga yang tidak miskin. Tapi juga tidak kaya. Suatu situasi klasik di tahun 90-an, di sebuah kampung yang agak jauh dari pusat Kabupaten Semarang. Uang di keluarga kami hanya cukup untuk makan dan kebutuhan primer lainnya. Tidak ada yang namanya acara makan di luar rumah atau liburan keluarga
-
Tiga Problematika “Kesuksesan” dan Solusinya

Setiap kali ada seminar tentang cara menjadi sukses, maka banyak orang mengerenyitkan dahinya karena ragu atau muak dengan kata sukses. Seringnya sih ragu ya, bukan muak. Tapi ada juga yang muak. Atau kadang jika dalam konten video saya atau salah satu pelatihan yang saya menjadi narasumber, dan saya “keceplosan” menyebutkan kata sukses atau kesuksesan maka
-
Mengapa Menemukan Cinta Sulitnya Setengah M*dar?

Hampir setengah jam saya menunggu di terminal bus dekat sekolah saya. Kala itu, itulah tempat yang biasa dijadikan sebagai titik kumpul jika ada seseorang menunggu gebetannya. Saat itu saya masih kelas tiga SMP, dan hari itu adalah hari ulang tahun saya. Seminggu sebelumnya, saya berbisik pada salah satu teman perempuan saya kala itu. Saya bilang,
-
Kasus B*n*h Diri dan Pendidikan Tinggi di Indonesia
Maraknya kasus b*ndir yang dilakukan oleh banyak mahasiswa di Indonesia menjadi sebuah red flag bagi kita semua. Entah ingatan saya salah atau ada faktor lainnya yang mempengaruhi, tapi ketika saya cukup yakin ketika saya kuliah dulu, berita b*ndir mahasiswa sangat jarang terdengar. Bahkan tidak terdengar. Apa yang terjadi saat ini? Apakah tugas kuliah sekarang lebih
-
Menginterogasi Calon Istri: Apa Cita-cita Anda?
Kalau teringat kisah ini, istri saya pasti selalu gondok. Cerita ini juga menjadi salah satu cerita favorit dia untuk dia ceritakan ke teman-temannya. “Kalian tahu nggak, si Hendi dulu sebelum nikah malah nginterogasi aku.” Sambil bersungut-sungut dia melanjutkan cerita, ada soal matematika dan ada soal tentang cita-cita. Aneh banget sumpah. Kalau saya pikir-pikir lagi, emang
-
Melamar Calon Istri Lewat Telepon
Saya memberanikan diri untuk menelpon ayahnya yang tinggal di Jakarta, “Bapak, mohon izin jika diperbolehkan, saya akan menikahi anak Bapak, dua minggu dari sekarang”. Ayahnya menanyakan dengan tegas “Apakah kamu serius menikah sekali dalam seumur hidupumu? Apakah kamu sudah bisa menafkahi? Apakah kamu sudah bisa memimpin istrimu dalam agamamu?” Saya jawab iya untuk ketiga pertanyaan
-
Mengapa manusia berasumsi? -Padahal asumsi sering salah-
Misal kita tiba-tiba ketemu dengan orang Israel di sebuah dan kemudian kita timpukin batu karena kita berasumsi bahwa semua orang Israel jahat pada orang Palestina. Apesnya ternyata orang Israel yang kita timpukin itu adalah ketua asosiasi pemrotes kebijakan Zionis orang Israel. Bener sih dia orang Israel, tapi dia orang Israel yang tidak pro Zionist. Yang…